Tega! Pria ini Cabuli Sepupunya Klas III SD yang Menumpang Tinggal di Rumahnya

Gambar Gravatar
Juli 28, 2020-Uncategorized

Nasional.id – Seorang pria warga Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, berinisial IF alias Kibol (21) kini meringkuk di sel tahanan Polres Majalengka.

Dia dilaporkan oleh Ketua Komunitas Perempuan Maju, bernama Neneng Wardah (50), warga Desa Wanajaya, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka

Serta Muhammad Darda (50), warga Blok Kawao, Desa Ciborelang, Kecamatan Jatiwangi, pada hari Sabtu 25 Juli 2020, atas dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Menurut pelapor, Kibol diduga mencabuli seorang gadis pelajar kelas III Sekolah Dasar (SD) berusia 9 tahun yang tak lain adalah sepupu pelaku sendiri.

Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso membenarkan hal itu. Bismo mengatakan setelah mendapat laporan, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan visum at refertum terhadap korban.

“Setelah itu, Satreskrim melakukan penangkapan terhadap pelaku. Pelaku diringkus di wilayah Desa Bongas, Kecamatan Sumber Jaya. Saat itu, tersangka pelaku diduga hendak melarikan diri keluar kota,” ungkap Bismo Senin 27 Juli 2020.

Hasil penyidikan kata Bismo, aksi pencabulan itu dilakukan tersangka di rumahnya sekitar bulan Mei 2020 lalu. Tersangka diberi kepercayaan oleh orangtua korban untuk mengasuh korban.

Hal inilah yang dimanfaatkan tersangka, tersangka mengancam tidak akan memberi makan dan akan mengusir korban dari rumahnya bila tidak menuruti keinginannya.

“Aksi bejat pelaku baru terungkap saat korban menceritakan hal itu ke bibi dan pamannya kemudian didengar oleh Muhammad Darda lalu akhirnya dilaporkan ke Polisi” sebut Bismo.

Pelaku, kata Bismo mengaku nekat melakukan hal itu lantaran keseringan nonton film dewasa. Dia kini diamankan di Mapolres Majalengka bersama barang bukti baju korban untuk proses hukum lebih lanjut.

Dia dijerat dengan Pasal 81 Yo 82 UU RI No 17 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. (hs/ns)

Komentar