Kelamin Tidak Berdiri saat Hendak Perkosa Mantan, Pria di Sulsel Tewas Dianiaya

Gambar Gravatar
Minggu, 16 Agu 2020, 9: 50 am-Ragam, Regional
Sebarkan

Bone , Sulsel – Seorang wanita di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga telah membunuh seorang pria berinisial HD (59), Rabu (12/8/20)

Wanita tersebut berinisial HY alias YT (59), berdomisili di Dusun Tempe, Desa Polewali, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, warga Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

Paur Humas Polres Bone, IPDA Rayendra kepada wartawan saat mengurai kronologi kejadian mengatakan bahwa saat itu malam Kamis sekira pukul 19.30 wita, korban HD menghubungi pelaku HY melalui telpon dan mengajaknya ke area irigasi yang tidak jauh dari kediaman pelaku untuk berhubungan badan,

“Namun saat itu HY tidak merespon,” ucap Rayendra menirukan pengakuan pelaku.

Selanjutnya sekira pukul 23.30 Wita kata Rayendra, korban kembali menghubungi pelaku dan pada saat itu pelaku merespon karena korban mengancam akan masuk ke dalam rumah dan akan membawa lari pelaku jika pelaku tidak menuruti permintaan korban.

“Pelaku kemudian keluar dari rumahnya dan berjalan kaki menuju area irigasi menemui korban,” beber Rayendra.

Sesampainya di area tersebut, pelaku dan korban kemudian berbincang bincang lalu korban mengajak pelaku untuk berhubungan badan namun pelaku menolak tapi korban tetap memaksa dengan cara membuka celana secara paksa lalu berusaha menyetubuhi pelaku, beruntung kelamin korban tidak dapat berdiri sehingga persetubuhan tersebut tidak terjadi.

“Korban kemudian mencekik leher pelaku sambil berkata dalam bahasa bugis yang artinya ‘apa yang telah kau lakukan sehingga barang (kelamin) saya tidak dapat berdiri‘ dan dijawablah oleh pelaku bahwa ‘Allah SWT yang memberikan balasan kepada kamu‘,” imbuh Rayendra.

Selanjutnya korban dan pelaku kembali duduk di pinggiran irigasi dan berselang beberapa menit kemudian korban kembali mengajak pelaku untuk berhubungan badan namun pada saat itu kelamin korban tetap tidak berdiri (tidak tegang) dan akhirnya korban kembali mencekik leher pelaku sehingga pelaku mengalami sesak napas.

“Pelaku lalu mengatakan, ‘kau bunuhka, kau bunuhka‘. Lalu dijawablah oleh korban ‘biar, biar saja kau mati‘”

Selanjutnya mereka beristirahat karena pada saat itu korban telah menderita sesak napas dan terdapat busa yang keluar dari mulut dan hidung korban.

Setelah itu korban kembali mencekik leher pelaku sehingga pelaku yang tidak menerima perbuatan korban tersebut langsung mendorong tubuh korban pada bagian dada menggunakan kedua tangan sehingga menyebabkan korban jatuh kebelakang.

Setelah itu pelaku mengambil sepotong kayu yang terdapat di TKP lalu memukul kepala korban pada bagian kanan sebanyak satu kali lalu pelaku pulang ke rumahnya meninggalkan korban di TKP.

Keesokan harinya oleh karena pelaku merasa bersalah atas perbuatannya, maka pada saat keluarga korban melakukan pencarian, pelaku juga ikut mencari dan selanjutnya menyampaikan kepada adik korban atas nama KARTINI untuk mencari korban pada area persawahan.

Pada hari Kamis 13 Agustus 2020, sekira pukul 15.30 wita, korban ditemukan diarea persawahan tepatnya disaluran irigasi / pengairan yang terdapat di Dusun Tempe-Tempe Desa Polewali Kecamatan Sibulue,  Kabupaten Bone dalam posisi terlentang menggunakan baju warna biru dan mengunakan sarung kotak biru dalam keadaan kaku telah meninggal dunia.

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Bone bersama barang bukti berupa HP Nokia tipe 105 warna hitam sarana yang digunakan komunikasi antara korban, 1 potong kayu bulat berjenis kayu lokal, pakaian yang berupa baju dan sarung yang digunakan pelaku pada saat melakukan pemukulan terhadap diri korban.

“Pelaku dan korban pernah berpacaran sekitar 30 tahun lalu. Pelaku melakukan pemukulan terhadap korban karena merasa sakit atas cekikan yang dilakukan korban. Korban mempunyai istri sedangkan pelaku berstatus istri SUNDING yang saat ini berdomisili di Prov. Jambi,” kunci Rayendra. (hs/ns)

Komentar