Puluhan Nasabah Bumiputera Unjuk Rasa Tuntut Pengembalian Uang Polis

  • Whatsapp
Puluhan Nasabah Bumiputera Unjuk Rasa Tuntut Pengembalian Uang Polis
Puluhan Nasabah Bumiputera Unjuk Rasa Tuntut Pengembalian Uang Polis
Sebarkan

Nasional.id, Jakarta – Puluhan nasabah asuransi Bumiputera melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Wisma Bumiputra, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (21/10/2020). Mereka menuntut pengembalian uang para nasabah, terutama uang polis.

Koordinator aksi Fin Mamiri mengatakan, aksi digelar lantaran para nasabah yang telah mengajukan klaim asuransi dari tahun 2018 lalu belum juga mendapatkan uangnya kembali dari Bumiputera.

Bacaan Lainnya

“Disini peserta aksi ada pemegang polis yang sudah jatuh tempo atau sudah mengajukan klaim dari tahun 2018 lalu hingga saat ini. Umumnya polis tersebut untuk pendidikan, apalagi kondisi saat ini uangkan sangat diperlukan untuk pendidikan anak, kebutuhan sehari-hari. Jadi kami minta tolong sama Bumiputera agar segera dicairkan,” terang Fin Mamiri disela-sela aksi.

Fin Mamiri meminta Bumiputera segera melaksankan kewajibannya dengan menyelesaikan pengembalian uang para nasabahnya seperti halnya yang dilakukan para nasabah sebelumnya yang taat membayar premi kepada Bumiputera.

“Jadi tolonglah kasihani kami, ada ribuan nasabah yang polisnya kecil-kecil, hanya sebesar Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Mereka kan sangat membutuhkan,” keluhnya.

Menurut Fin Mamiri jumlah nasabah yang mengklaim asuransi diseluruh Indonesia mencapai jutaan orang nasabah. Sedengkan yang bersama-sama dirinya saat ini mencapai 300 orang nasabah.

“Dari sekian nasabah yang telah menanyakan belum turunnya klaim yang diajukan kepada Kantor cabang bumiputera jawaban mereka selalu sama yakni menunggu dari kantor pusat. Maka dari itu kami menggelar aksi dikantor pusat untuk meminta jawaban,” tegasnya.

Sebelumnya kata Fin Mamiri, pihaknya telah mengadukan permasalahan ini ke Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR/RI) namun hasil yang didapat pun tak memuaskan.

“Jawaban dari DPR RI persoalan klaim asuransi Polis ini hanya bisa diselesaikan oleh Bumiputera. Jadi kami mohon agar hak kami diberikan,” tandasnya. (ED/NS)

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *