Tim Assistensi Covid-19 Kota Mataram Nilai Pemkot Mataram Tidak Serius

Gambar Gravatar
September 10, 2020-Regional

MataramNasional.id, Angka kasus covid -19 sempat menurun saat penanganan covid 19 berbasis lingkungan (PCBL) diterapkan di Kota Mataram. Kini seiring waktu, angka kasus covid 19 di Kota Mataram kembali naik.

“Kesulitan mengontrol covid-19 di Kota Mataram disebabkan sejumlah kelonggaran dibiarkan terus terjadi, selain itu juga skema (PCBL) yang dirancang oleh tim Assistensi penangan covid-19 ini juga sepenuhnya tak dijalankan,”

“Kegiatan Assestensi tim dilakukan sejak direncanakannya penerapan program PCBL, namun sayangnya hanya beberapa bulan berjalan, koordinasi Pemkot Mataram dengan tim Assistensi terkesan macet,” ungkap Ketua Tim Assistensi Dwi Sudarsono, kepada Nasional.id Kamis siang (10/9/20).

“Diiliat pola awal PCBL sudah cukup efektif dalam menekan angka kasus berbasis lingkungan, namun saat ini kami juga tidak faham karena memang jarang komunikasi,” tambahnya.

Anggota tim Assistensi Ahyar Supriyadi menambahkan bahwa bukan hanya soal komunikasi saja yang lemah, masalah honor tim juga seakan akan diabaikan.

“Padahal pekerjaan tim Assistensi ini lumayan berat, pendampingan dari segi legalitas, analisa kesehatan, dan sosol kemasyarakatan serta memberikan konsep ide dan gagasan PCBL. Ungkap Ahyar di hari yang sama.

“Tim Assistensi ini dibentuk oleh walikota Mataram, H. Ahyar Abduh pada awal Juni lalu untuk masa kerja hingga Desember 2020, namun honor yang diterima tim hanya diterima bulan Juli,” imbuhnya

“Saat ini kita tetap kerja profesional meskipun honor tidak dibayar, masalah sekecil ini harus menjadi perhatian khusus bagi Pemkot Kota Mataram, kalau tidak, maka Pemkot Mataram terkesan tidak seruis,” katanya menandaskan. (ps/ns)

Komentar