Pengeja Aksara Raha: Tragedi SEDARAH tak Boleh Dilupakan

Gambar Gravatar
Kamis, 27 Agu 2020, 1: 41 pm-Regional

Nasional.id, Muna, Sultra – Jelang setahun tragedi September Berdarah (Sedarah) yang menewaskan dua mahasiswa Unhalu RANDI dan YUSUF asal Kabupaten Muna di depan gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 26 september 2019 kala itu.

Tak pelak, untuk merawat ingatan soal tragedi september berdarah (SEDARAH) tersebut kelompok Pengeja Aksara Raha mengingatkan kepada semua elemen masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Muna agar tak boleh melupakan perjuangan pejuang demokrasi yang gugur saat membela kepentingan rakyat

Salah seorang anggota Pengeja Aksara, Rian mengatakan bahwa tragedi SEDARAH harus selalu diingat sebab dua pejuang demokrasi gugur saat sedang berjuang demi kepentingan rakyat kala itu.

“Mereka berdua (Randi dan yusuf) merupakan putra terbaik asal Kabupaten Muna, perjuangannya harus dihargai dan selalu dalam ingatan” ungkapnya pada nasional.id pada kamis (27/08/2020)

“Perjuangan mereka tak akan padam, kita harus melanjutkan agar keadilan tercipta bagi seluruh rakyat” pungkasnya

Untuk diketahui, Randi dan Yusuf menjadi korban penembakan saat aksi demontrasi di depan gedung DPRD provinsi Sulawesi Tenggara pada 26 september 2019. (Ardian/Ns)

Komentar