Ibu Nurbiah Meninggal di Pengungsian, Diduga Tak Tersentuh Bantuan

Gambar Gravatar
Januari 20, 2021-Regional

Nasional.id – Seorang pengungsi berjenis kelamin perempuan dikabarkan meninggal dunia ditenda pengungsian, di Desa Totolisi, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (19/1/21).

Informasi yang dihimpun nasional.id, wanita tersebut bernama Nurbiah berusia 53 tahun. Dia mengungsi bersama suami dan lima orang anaknya sejak Sulbar pertama kali diguncang gempa yakni pada hari Jumat (15/1).

Namun sejak berada dipengungsian, Nurbiah sering mengeluh kedinginan namun tak kunjung menerima bantuan, akhirnya Selasa (19/1), dia menghembuskan nafas terakhirnya diduga karena kedinginan.

Kepala Desa Totolisi, Suardi yang dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa Nurbiah meninggal dipengungsian.

Dia mengatakan bahwa saat itu usai shalat subuh, dia hendak memantau tenda pengungsian lalu bertemu seseorang yang mengabarkan kepada dirinya bahwa Nurbiah minggal dunia.

“Saat itu saya ketemu seseorang lalu orang tersebut mengatakan kepada saya bahwa ibu Nurbiah meninggal dunai. Sekitar pukul 06.00, saya kesana dan ternyata betul ibu Nurbiah meninggal. Nurbiah dimakamkan hari itu juga Selasa 19 Januari,” ucap Suardi.

Suardi bercerita bahwa sebelum Nurbiah meninggal, dirinya pernah mendatangi tenda pengungsian Nurbiah dan saat itu Nurbiah menceritakan keluhannya kepada Suardi.

“Dia sempat bercerita kepada saya bahwa dia kedinginan dan batuk berdahak,” ucap Suardi.

Namun Suardi mengaku tak mampu berbuat banyak lantaran bantuan logistik dari pemerintah hingga saat ini belum menjangkau wilayah tersebut. (*)