Sadis! Ayu Ditabrak Pakai Truk Oleh Pacar, Lalu Diperkosa Teman Kerja Hingga Tewas

Gambar Gravatar
Maret 26, 2021-Kriminal

Nasional.id – Malang sekali nasib Setia Nurmiati alias Ayu, ia ditabrak truk yang dikemudikan oleh pacarnya sendiri bernama Wahyudi.

Saat sekarat, gadis berparas cantik itu diseret ke sebuah rumah kosong oleh teman sekerjanya bernama Adi Prayitno alias Dalbo lalu diperkosa hingga tewas.

Peristiwa yang mengiris hati itu terjadi di Jalan Raya Pakisaji, Malang pada Selasa (23/3) dini hari sekira pukul 01.30.

Saat itu, Wahyudi datang ke Cafe dan Karaoke 88 tempat kerja Ayu di Jalan Raya Pakisaji.

Tapi Wahyudi tidak sendiri, dia berdua dengan pacar barunya bernama Amel. Setelah keluar dari cafe tersebut, Wahyudi masuk ke dalam truk semen.

Tak lama, Ayu datang menggedor-gedor pintu truk. Ayu diduga cemburu karena Wahyudi membawa Amel ke Karaoke 88 dan bermesraan.

Wahyudi yang pernah tinggal satu atap dengan Ayu, berusaha menghindar dengan cara menjalankan truk tersebut, namun justru menabrak Ayu hingga terjatuh dan patah tulang.

“Daripada ribut (berantem), lebih baik saya yang menghindar. Saya majukan (truk) agak ke kanan, kena dia (Ayu) sedikit,” ucap Wahyudi.

Melihat korban tergeletak di pinggir jalan, Wahyudi bukannya menolong, dia hanya menghubungi Dalbo penjaga karaoke 88 lalu pergi bersama Amel ke arah utara.

Dalbo yang dalam pengaruh minuman keras mendatangi dan menyeret korban ke warung kosong menggenjot korban yang sedang sekarat.

“Saya mabuk waktu itu. Saya setubuhi (korban) satu kali dan langsung saya tinggal,” beber Dalbo.

Dalbo memastikan kondisi Ayu masih hidup saat diseret dan diperkosa.

Akibat perbuatannya, Wahyudi dan Dalbo dijerat pasal berlapis.

Wahyudi dijerat dengan Pasal 338 juncto Pasal 351 ayat 3 tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian.

Ancaman hukuman untuk Pasal 338 yakni 9 tahun penjara. Sedangkan untuk Pasal 351 ayat 3 ancaman maksimalnya 7 tahun penjara.

Sementara pelaku Dalbo dijerat dengan Pasal 286 KUHP juncto Pasal 306 KUHP.

Ancaman untuk Pasal 286 KUHP yakni hukuman 9 tahun penjara dan untuk pasal 306 KUHP ancaman maksimal 8 tahun penjara.

“Nanti berkasnya akan kami pisah karena ini perkaranya berbeda,” kata Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menandaskan. (hs/ns).