Komplotan Pencuri Mesin Traktor Lintas Daerah Berhasil Diringkus

Gambar Gravatar
Maret 25, 2021-Kriminal
Nasional.id – Aparat kepolisian resor Rembang jajaran Polda Jawa Tengah, berhasil membongkar kasus spesialis pencuri mesin traktor lintas daerah.
3 Terduga pelaku pencuri asal Kabupaten Rembang berhasil diamankan, mereka berinisial WH (27) asal Desa Pomahan, Kecamatan Sulang, JA (35) asal Desa Ngulaan, Kecamatan Bulu, dan MT (36) warga Desa Pasedan, Kecamatan Bulu.
Satu penadah barang curian turut diamankan, dia berinisial KS (52) warga Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.
Tersangka WH yang dihadirkan pada saat jumpa pers di Mapolres Rembang Rbau (24/3) mengatakan bahwa untuk mencuri 1 unit mesin traktor, dirinya hanya butuh waktu paling lama 30 menit.
la hanya mengambil mesinnya saja lalu ia jual kepada penadah dengan harga bervariasi. Kalau mesin bagus, bisa laku sampai 4 Juta rupiah.
“Kerangka dari traktor saya pisahkan, yang kita ambil mesin saja, kita jual ke penadah antara Rp 1 hingga 4 juta, tergantung kondisi mesin. Saya nyuri pakai kunci 19, hanya butuh waktu sekitar setengah jam saja,” beber WH.
Sementara itu Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa awalnya ada Iaporan dari Parno, warga Desa Bulu, Kecamatan Bulu Rembang, telah kehilangan mesin traktor yang ditaruh disekitar rumah, pada bulan Januari lalu.
Usai menerima laporan tersebut, Polisi Iangsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap komplotan tersangka pelaku dan penadah.
Tugas masing-masing tersangka, kata Kurniawan, beragam. Ada yang membongkar mesin traktor, mengawasi situasi sekitar TKP, mengangkut barang curian dan mengemudikan mobil.
Setelah beraksi, mesin traktor dimasukkan ke dalam mobil, yang sengaja mereka sewa untuk mengangkut mesin traktor curian.
“Pelaku rata-rata beraksi mencuri di atas tengah malam atau dini hari,” paparnya.
Masing-masing tersangka pelaku menerima bagian Rp 900 ribu, dari hasil penjualan traktor seharga Rp 4 Juta. Sedangkan penadah menjual Iagi ke penadah Iain dengan harga lebih tinggi, mencapai Rp 6 Juta.
“Tersangka pelaku lain, masih kita dalami,” tandas Kapolres.
Setelah dikembangkan, komplotan ini ternyata sudah beraksi di 14 TKP sejak tahun 2020 lalu. Meliputi 9 TKP di Kabupaten Rembang, 2 TKP di Pekalongan, 2 TKP di Kendal den 1 TKP di Batang.
Polisi mengamankan barang bukti sebanyak 9 mesin traktor, peralatan untuk mencuri den 2 buah mobil sewaan sebagai sarana.
Khusus 3 tersangka pelaku pencuri dikenakan pasal pencurian dengan pemberatan, ancaman hukumannya 7 tahun penjara dan tersangka penadah diancam hukuman 4 tahun penjara. (*)