Jambret di Jeneponto Sulsel Diringkus Usai Beraksi di Siang Bolong

Gambar Gravatar
Jumat, 04 Sep 2020, 6: 25 pm-Kriminal

Nasionla.id, Jeneponto Sulsel – Team Pegasus Polres Jeneponto yang dipimpin langsung oleh IPTU Andri Kurniawan dan Kanit Resmob AIPDA Abd Rasyad melakukan penangkapan terhadap pelaku Jambret.

Pelaku yang diamankan bernama Abidin Dg Lala (23 tahun), pekerjaan buruh bangunan, warga Pammengkang Bulo-bulo, Kecamatan Arungkeke, Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dia diduga menjambret korban seorang perempuan bernama Islamiyah Dikayanti di Jalan Alim Bahri Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Jumat (4/9/20)

Hal itu dikemukakan oleh Kasubbag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul melalui keterangan tertulisnya yang diterima media ini melalui aplikasi whatsapp, Jumat.

Syahrul mengatakan, pada hari dan tanggal tersebut diatas korban semntara mengendarai sepeda motor Honda Scoopy di Jalan Alim Bahri menuju jalan lingkar.

Dalam perjalanan tiba-tiba sebuah motor satria mengikuti dari belakang dan saat suasana sunyi karena sementara shalat Jum’at, pelaku langsung memepet motor korban dan mengambil HP korban,

“Selanjutnya pelaku kabur bersama sepeda motor namun pelaku tak mampu mengendalikan sepeda motornya sehingga terjatuh dan melarikan diri,” ungkap Syahrul.

Team Pegasus yang mendpatkan informasi dari masyarakat langsung bereaksi cepat mendatangi TKP dimana saat itu team berada tidak jauh dri TKP langsung bergerak dan mengejar pelaku yang belum jauh dari TKP.

Sebelum ditangkap, kata Syahrul, pelaku sempat melakukan perlawanan dengan cara melempari petugas menggunakan batu namun setelah diberikan tembakan peringatan, pelaku langsung menyerahkan diri yang mana saat itu pelaku sudah dikepung oleh personel dan masyarakat.

Dari hasil introgasi pelaku mengakui perbuatanya dan mengaku melakukan aksinya seorang diri. Barang bukti yang diamankan dari angan pelaku yakni 1 buah HP VIVO Y17 warna pink, 1 unit motor Suzuki Satria 2 tak warna merah.

“Selanjutnya, terduga pelaku dibawa ke Polres Jeneponto untuk proses hukum lebih lanjut,” demikian Syahrul. (hs/ns)

Komentar