Diringkus saat Mencuri Motor, Holil Mengaku Untuk Biaya Persalinan Istri

Gambar Gravatar
Oktober 15, 2020-Kriminal

Diringkus saat mencuri motor

Nasional.id – Spesialis pencuri sepeda motor yang biasa beraksi di Surabaya, akhirnya diringkus oleh Unit Reskrim Polsek Genteng. Terduga Pelaku bernama Holil alias Udin (35), warga Jalan Kebondalem IX, Surabaya.

Kapolsek Genteng, AKP Hendry F Kenedy saat menggelar konferensi pers Kamis (15/10/2020), mengatakan bahwa tersangka Holil diamankan pada hari Jumat 11 Oktober 2020 lalu.

Saat itu tersangka beraksi di depan Apotik Kimia Farma Jalan Pecindilan. Dia mencuri sepeda motor milik penjual buah. Namun kepergok sehingga warga berteriak maling.

“Personel yang melakukan patroli disekitar lokasi kejadian mendengar teriakan tersebut sehingga mengejar dan berhasil mengamankan Holil bersama sepeda motor curiannya,” ungkap Hendry.

“Satu rekan pelaku mengendarai sepeda motor Scoppy warna merah, berhasil melarikan diri dan kini sedang dalam pengejaran. Ciri-ciri dan identitasnya telah kita kantongi,” tandas Kapolsek.

Dalam beraksi, keduanya berbagi tugas, tersangka Holil mengaku sebagai pemetik sedangkan rekannya yang kini Buron, bertugas memantau lokasi.

Holil mengaku menjual hasil curiannya di Bangkalan Madura. Holil juga mengaku nekat melancarkan aksinya untuk membiayai persalinan istrinya yang sedang hamil.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Genteng, Ipda Sutrisno, mengatakan bahwa tersangka Holil sudah berhasil mencuri dibeberapa titik lokasi di Surabaya.

“Pelaku sudah pernah mencuri di Jalan Peneleh, Jalan Kalisari dan Jalan Keputran. Pelaku menyasar motor yang parkir di halaman rumah, minimarket, serta di pinggir jalan. Terakhir pelaku mencuri di Jalan Pecindilan, dan berhasil kami tangkap,” jelas Sutrisno.

Tersangka Holil yang merupakan residivis dan pernah ditahan di Polsek Genteng dengan kasus pencurian kabel listrik itu, kini dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Diringkus saat mencuri motor
Laporan: Redho
Editor: Heri

Komentar