8 Pria di Sulsel Bakar Rumah Warga, 3 Diantaranya Ikut Tewas Terpanggang

Gambar Gravatar
Januari 13, 2021-Kriminal

Nasional.id – Lima orang pria asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), diamankan Polisi Polres Wajo karena diduga telah membakar rumah warga di Desa Wajo Riaja, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo, pada tanggal 25 Desember 2020, lalu.

Kelima pria tersebut berinisial AS (22), AD (24), RS (20), AM (34), dan SA (21). Mereka diamankan oleh personel Polres Wajo dibeberapa tempat berbeda.

Kapolres Wajo AKBP Muhammad Islam saat menggelar press release, Selasa (12/01/21) mengatakan, bahwa ada delapan orang pelaku yang membakar rumah korban di Desa Wajo Riaja.

Tapi hanya empat yang dihadirkan pada kegiatan itu lantaran satu pelaku lainnya sedang menjalani perawatan medis karena ikut terbakar, tiga pelaku lainnya yakni SA, MA dan SU, tewas terpanggang saat mereka membakar rumah korban.

Kejadian ini kata Kapolres, diduga dipicu dendam tersangka kepada korban lantaran  sehari sebelumnya dalam sebuah pesta syukuran empat pelaku berselisih paham dengan korban.

“Sehari sebelumnya, empat pelaku berselisih paham dengan pihak korban dan anggotanya, keesokan harinya pelaku memanggil teman-temannya untuk mendatangi dan membakar rumah korban pada waktu tengah malam,” beber Kapolres.

Para tersangka lanjut Kapolres, membawa 15 liter bensin untuk digunakan membakar rumah korban. Saat itu, rumah dalam keadaan kosong sehingga tersangka leluasa beraksi. Tersangka membagi tugas, ada yang menyiramkan bensin di atas rumah dan ada yang di bawah rumah.

Saat beraksi, terjadi miss komunikasi, tersangka yang berada di bawah rumah langsung melakukan pembakaran saat tersangka lainnya masih berada di atas rumah dan akhirnya yang diatas ikut terbakar.

“Saat diamankan, personel juga menyita  barang bukti berupa satu buah jerigen. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 187 ayat (1) dan ayat (2) KUHPidana Jounto Pasal 55 ayat (1) dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara dan 15 tahun penjara,” pungkas Kapolres. (hs/ns).

Komentar