16 Bungkus Sabu dan 3 Bungkus Ekstasi Ditemukan di Dalam Kubur

Gambar Gravatar
Jumat, 24 Jul 2020, 10: 58 am-Berita, Kriminal

Nasional.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ekstasi di kawasan Dusun Jati Harjo, Desa Gedung Gumanti, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Sebanyak satu karung pupuk berisi 16 bungkus serbuk Kristal dan 3 bungkus pil ekstasi diamankan petugas dari tangan 3 orang tersangka berinisial S (29), E (40) dan R (41).

Hal itu diungkapkan oleh Karo Humas dan Protokol BNN RI, Sulistyo Pudjo Hartono melalui rilis yang diterima media ini Jumat (24/07).

Sulistyo mengatakan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari informasi yang diterima Tim BNNP Lampung, bahwa ada sindikat narkotika yang menyembunyikan sejumlah narkoba di kawasan Dusun Jati Harjo Pesawaran Lampung.

“Penyelidikan dilakukan tak kurang dari 14 hari, tim berhasil membekuk ketiga tersangka di rumahnya masing-masing pada hari Selasa hari 21 Juli 2020,” ungkap Sulistyo.

Kepada petugas, sambung Sulistyo, tersangka S mengaku menyembunyikan narkoba dengan cara menguburnya di dalam tanah disebuah ladang tak jauh dari pemukiman warga, atas perintah E dan R. Penggalian pun dilakukan dan tim berhasil menemukan 11 bungkus narkotika jenis sabu dan 3 bungkus narkotika jenis ekstasi.

“Sempat terjadi perlawanan saat pencarian barang bukti. Dua tersangka berinisial S dan R mencoba melarikan diri hingga akhirnya tim melakukan tindakan tegas dengan melakukan penembakan,” sambung Sulistyo.

Pengembangan kata dia terus dilakukan hingga akhirnya petugas berhasil menemukan barang bukti lain di kediaman E tak jauh dari lokasi pertama. 1 bungkus sabu ditemukan dibalik pintu dapur rumah E dan 4 bungkus sabu lainnya yang disembunyikan dibalik batu nisan sebuah makam yang terletak dibelakang rumah milik E.

Total barang bukti yang berhasil disita sebanyak 16 bungkus sabu dan 3 bungkus pil ekstasi. Atas perbuatannya ketiga tersangka terancam pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup. (rls/ns)

Komentar