Sembuh dari Covid-19, Pasien di Jakarta Utara Ungkap Cara Virus Menular

Gambar Gravatar
Selasa, 29 Sep 2020, 9: 41 pm-Covid-19
Sebarkan

Nasional.id, Jakarta – Salah satu pasien Covid-19 di Jakarta Utara yang telah sembuh, mengungkap salah satu penyebab terjadinya penyebaran virus lantaran terlalu lamanya hasil tes swab.

Lebih parahnya lagi setelah tes swab warga diperbolehkan beraktifitas seperti biasa sembari menunggu hasil tes swab keluar sekitar 10 hari.

“Saya positif COVID-19 setelah hasil test swab Puskesmas. Tapi sayangnya dari test swab tanggal tanggal 7 September, baru keluar hasilnya tanggal 23 dan tanggal 24 besoknya dikeluarkan selesai pantauan oleh puskesmas dan boleh aktivitas seperti biasa,” terang salah satu Ketua RW di Kelurahan Papanggo yang minta namanya tak disebutkan dalam pemberitaan ini, Selasa (29/09/2020).

Menurut dia, kronologis penularan virus Covid-19 yang sempat dialaminya itu lantaran seringnya berjumpa dengan yang positif meski jaga jarak dan memakai masker, serta saat ia mengantar keluarganya swab di Puskesmas.

Ketua RW yang merupakan Satgas Covid-19 dilingkunganya tersebut juga mengkritik kurangnya penerapan protokol kesehatan di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok.

“Dilokasi test swab Puskesmas Kecamatan yang saya rasakan dan lihat tidak adanya petugas pengatur jaga jarak di ruang terbuka seperti dekat parkir motor. Kemudian saat dipendaftaran terlalu dekat, antrian banyak. Lalu tidak ada handsanitizer dan saat ditestnya pun tidak ada tempat menunggu paisen jaga jarak,” jelasnya.

Pengalamannya yang ia alami, virus Covid-19 tersebut memang ada dan dapat kapan saja menyerang dengan tiba-tiba.

“Keesokan harinya setelah mengantarkan satu keluarga ke Puskesmas untuk swab, paginya saya panas 38°C (derajat celcius) badan dan kaki lemes tidak bisa bangun, pilek berlangsung selama satu minggu. Saya tidak bisa bangun di rumah,” jelas dia.

Namun setelah melakukan pengobatan tradisional yakni tetes minyak kayu putih di tengah lidah kemudian minum air hangat dan sorenya minum kelapa bakar serta membeli vitamin C serta berjemur, Ketua RW tersebut mengaku sehat seperti sedia kala.

Selain itu ia berharap, para Satgas ditingkat RW agar mendapat bantuan vitamin dan APD agar pencegahan penularan bisa diatasi. “Harapan kami Puskesmas Kecamatan dapat memfungsikan tugasnya dengan baik, karna selama ini tidak adanya edukasi kepada jajaran pengurus,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok dr. Ahrahayati Wildany mengatakan pihaknya tidak tdapat mengintervensi lamanya hasil swab lantaran pemeriksaan swab dilakukan di Labsekda DKI Jakarta.

“Untuk hasil swab yang lama, kami tidak bisa intervensi karena pemeriksaan swabnya di Labkesda DKI bukan di Puskesmas,” tegasnya.

Kemudian kata Ahrahayati, tidak adanya petugas dilokasi swab tersebut dikarenakan lahan ruang halaman yang terbatas dan pemeriksaan swab per harinya minimal 60 orang hal tersebut menjadi pihak Puskemas sedikit lebih sulit untuk mengaturnya.

“Sebelumnya kami juga telah menginformasikan kepada keluarga pasien (Ketua RW di Papanggo) yang telah sembuh tersebut agar mengatur kedatangannya agar tak terjadi penumpukan,” imbuhnya.

“Selanjutnya untuk hand sanitizer adanya di petugas pemeriksa Puskesmas. Sedang untuk pasien kami sediakan wastafel dengan sabun dan air mengalir,” terangnya lagi.

Masih menurut Kepala Puskesmas Tanjung Priok, ruang tunggu pasien saat test swab terdapat diruangan khusus yang hanya dapat masuk satu persatu pasien.

“Dan Untuk APD serta Vitamin, untuk petugas kami juga ada dan terbatas. Jadi kami tdk bisa memberikan ke Gugus Tugas RW,” tandasnya.

Sembuh dari covid-19

(ED/NS)

Komentar