Bocah 4 Tahun di Sulsel Tewas Ditikam Ibu Tiri

Gambar Gravatar
Juni 18, 2020-Berita, Kriminal

Nasional.id – Seorang Ibu Rumah Tangga di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) diamankan Polisi karena diduga telah menganiaya anak tirinya hingga tewas, Selasa (16/06)

Pelaku bernama Sanima berusia 27 tahun, sedangkan korban berinisial MT berusia 4 tahun.

Menurut Polisi, peristiwa sadis itu terjadi di rumah pelaku di Kelurahan Marawi, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang. Saat itu ayah korban bernama Herman (34) sedang berada di kebunnya.

“Pelaku menganiaya korban dengan cara menikam korban menggunakan pulpen lebih dari satu kali yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Praditya kepada wartawan.

Selain itu, masih kata Dharma, pelaku juga menginjak injak dada korban. Usai menganiaya korban, pelaku melarikan korban ke rumah Bidan Desa yang tak jauh dari rumahnya. Tapi Bidan tersebut melihat wajah korban pucat sehingga mengarahkan pelaku membawa korban ke Puskesmas.

“Namun saat dalam perjalanan, korban meninggal dunia,” sambung Dharma.

Hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Pinrang kata Dharma, di tubuh korban ditemukan sekitar 20 luka luka lebam akibat pemukulan dan tikaman pulpen. Saat diintrogasi, pelaku mengakui perbuatannya.

Pelaku mengaku melakukan hal itu karena menduga Herman memperlakukan anak anaknya tidak adil. Herman memperlakukan anak kandung pelaku berbeda dengan anak kandung Herman.

Awalnya Herman dan Sanima berstatus duda dan janda. Keduanya bertemu lalu sepakat membina rumah tangga. Mereka masing masing membawa anak akan tetapi anak Sanima mengalami kelainan sehingga Herman minta Sanima menyerahkan anaknya ke suami pertamanya untuk dioperasi.

Hal itu membuat Sanima emosi karena menganggap Herman tidak adil dalam memperlakukan anak, sehingga ia nekat menganiaya korban saat Herman ke kebun. Saat ini pelaku ditahan di Mapolres Pinrang dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Pelaku kami jerat dengan pasal berlapis yakni perlindungan anak dan pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkas Dharma. (HS/NS)

Komentar